
Panggilan Kedua dari PAIR Sulawesi Kembali Membuka Kesempatan Hibah
16/04/2026 09:00
Program PAIR Sulawesi Second Call merupakan pembukaan gelombang kedua dari skema pendanaan riset kolaboratif antara Indonesia dan Australia yang bertujuan menghasilkan solusi berbasis penelitian untuk isu perubahan iklim dan masyarakat pesisir di Sulawesi. Program ini mendorong kerja sama lintas negara, lintas disiplin, serta keterlibatan pemangku kepentingan non-akademik guna menghasilkan output yang berdampak nyata, baik dalam bentuk rekomendasi kebijakan maupun inovasi teknologi. Dengan dukungan pendanaan dari kedua negara, proyek yang terpilih diharapkan tidak hanya memiliki kualitas ilmiah yang kuat, tetapi juga mampu diimplementasikan dan memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan ketahanan masyarakat pesisir.
Topik
- Livelihoods & skills (ekonomi pesisir, keterampilan, energi bersih)
- Climate risk & resilience (risiko iklim, kesehatan, early warning)
- Governance & inclusion (kebijakan inklusif & partisipasi masyarakat)
Mekanisme Pendanaan
- Pendanaan bersifat dual funding (dua sumber): Indonesia dan Australia
- Dana Indonesia dikelola melalui Universitas Hasanuddin sebagai Project Coordinator
- Dana Australia dikelola melalui mitra universitas di Australia (AIC)
- Setiap proyek bisa mendapatkan:
- Hingga ±Rp750 juta – Rp1 miliar (komponen Indonesia, tergantung jenis output)
- Tambahan hingga ±AUD 50.000 (komponen Australia)
- Dana digunakan sesuai rencana anggaran yang disetujui dan mengikuti aturan masing-masing negara
- Pencairan dana dilakukan bertahap (milestone-based), bukan sekaligus
- Tim wajib melakukan pelaporan keuangan dan progres secara berkala
- Penggunaan dana harus sesuai dengan ketentuan hibah (eligible costs) dan diaudit
Prasyarat
- Harus berupa tim kolaborasi Indonesia–Australia dengan co-lead dari kedua negara
- Memiliki minimal satu Co-lead atau Partner Investigator dari perguruan tinggi Indonesia terakreditasi (di bawah MoHEST)
- Memiliki minimal satu Co-lead atau Partner Investigator dari universitas berbasis Sulawesi (lokasi riset)
- Memiliki minimal satu Co-lead atau Partner Investigator dari universitas mitra AIC di Indonesia
- Universitas Hasanuddin wajib menjadi Project Coordinator (pengelolaan dana dan pelaporan Indonesia)
- Wajib melibatkan tim lokal Sulawesi (minimal 3 orang, termasuk asisten peneliti)
- Memiliki mitra non-akademik (pemerintah, NGO, atau sektor lain)
- Tim memiliki pengalaman dan kapasitas riset yang relevan, termasuk kolaborasi dan engagement stakeholder
- Bersedia menjalankan proyek selama ±12 bulan
- Prasyarat lebih lanjut dapat dibaca di technical guidelines resmi
Timeline
- Pembukaan pendaftaran: 10 April 2026
- Deadline: 18 Mei 2026
- Proses seleksi & review: Juli 2026
Pendaftaran
- Pendaftaran dapat dilakukan melalui portal riset PAIR
- Berikut adalah dokumen dokumen yang perlu disiapkan:
- Rencana anggaran (budget)
- CV tim inti (co-lead dan peneliti utama)
- Komposisi tim dan pembagian peran
- Dokumen/dukungan institusi (jika diminta dalam format proposal)
