UMN Kembangkan Dua Inovasi Teknologi Berbasis IoT dan Kecerdasan Buatan untuk Pertanian Presisi dan Pengolahan Bahasa Indonesia
12/06/2026 09:00
Tangerang, 22 Januari 2026 – Tim peneliti Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengembangkan dua invensi teknologi yang berfokus pada pemanfaatan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, serta linguistik komputasional. Kedua invensi tersebut menunjukkan kontribusi UMN dalam menghadirkan solusi inovatif lintas bidang, mulai dari sektor pertanian hingga pengolahan bahasa Indonesia di ruang digital.
Invensi pertama merupakan sistem pemantauan dan prediksi hama berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendukung praktik pertanian presisi. Sistem ini berfokus pada pemantauan kondisi lingkungan serta prediksi potensi serangan hama berdasarkan parameter mikroklimat. Melalui penggunaan node IoT yang dilengkapi sensor suhu, kelembapan, intensitas cahaya, dan curah hujan, sistem ini mampu mengumpulkan data lingkungan secara real-time.
Data yang diperoleh kemudian ditransmisikan menggunakan teknologi komunikasi LoRa, yang memungkinkan pengiriman data jarak jauh dengan konsumsi daya rendah. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan model kecerdasan buatan berbasis deret waktu untuk memproyeksikan kondisi lingkungan selama tujuh hari ke depan serta memberikan prediksi risiko hama secara real-time. Dengan pendekatan ini, sistem diharapkan dapat membantu petani dan pemangku kepentingan sektor pertanian dalam mengambil keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data.
Sementara itu, invensi kedua berfokus pada bidang linguistik komputasional dan pembelajaran mesin untuk pengolahan bahasa alami, khususnya dalam bahasa Indonesia. Inovasi ini menghadirkan metode untuk menapis kesalahan dalam teks berbahasa Indonesia secara otomatis dan real-time. Sistem tersebut dirancang untuk mendeteksi serta memberikan saran koreksi terhadap tiga jenis kesalahan kebahasaan, yaitu kesalahan kata terikat, kesalahan kata majemuk, dan penggunaan kata depan “di”.
Metode yang dikembangkan mencakup proses ekstraksi fitur linguistik dari teks masukan, analisis kontekstual berbasis model prediktif, serta klasifikasi kesalahan berdasarkan karakteristik struktural bahasa Indonesia. Seluruh proses dilakukan secara otomatis tanpa intervensi manual, sehingga berpotensi diterapkan pada berbagai platform digital, seperti aplikasi penulisan, sistem pembelajaran daring, editorial digital, hingga perangkat bantu akademik.
Pengembangan dua invensi ini mencerminkan komitmen UMN dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan keberlanjutan. Melalui integrasi teknologi seperti IoT, komunikasi LoRa, kecerdasan buatan, machine learning, dan pengolahan bahasa alami, UMN terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga potensi penerapan praktis di masyarakat.
Ke depan, kedua inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pengujian lanjutan, kolaborasi dengan mitra industri maupun institusi terkait, serta perluasan implementasi sesuai kebutuhan pengguna. Dengan demikian, hasil riset dan paten UMN dapat semakin berkontribusi dalam mendukung transformasi digital, produktivitas sektor pertanian, serta penguatan teknologi bahasa Indonesia.
