UMN Gelar Sosialisasi Roadmap Penelitian dan Strategi Kenaikan Jabatan Akademik Dosen
15/06/2026 09:00
Tangerang, 15 Juni 2026 – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui Departemen Riset dan Inovasi, Divisi Riset, Inovasi, dan Keberlanjutan, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi terkait penyusunan roadmap penelitian dan strategi kenaikan Jabatan Akademik Dosen (JJA) pada hari Jumat, 12 Juni 2026 secara daring. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong dosen UMN agar dapat merencanakan arah pengembangan karier akademik dan penelitian secara lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, UMN menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, S.T., M.T dari Universitas Muhammadiyah Magelang dan Bapak Markus Adhi Priyandito, M.M. dari (Academic Career & Relation Superintendent UMN) yang membagikan pemahaman serta strategi praktis terkait pentingnya perencanaan akademik, pengelolaan penelitian, publikasi, serta kelengkapan administrasi dalam mendukung kenaikan JJA.
Prof. Muji menekankan bahwa penyusunan roadmap menjadi langkah awal yang penting bagi dosen dalam merancang perjalanan karier akademik. Roadmap tidak hanya berfungsi sebagai dokumen perencanaan penelitian, tetapi juga sebagai panduan untuk menetapkan jenjang karier yang ingin dicapai, target luaran yang perlu dipenuhi, serta waktu pencapaian yang realistis.
Menurutnya, salah satu tantangan yang kerap dihadapi dosen adalah ketika pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD) berjalan lancar, namun proses kenaikan Jabatan Akademik Dosen masih terhambat. Hal ini dapat terjadi karena bukti kinerja yang diterima dalam BKD belum tentu secara otomatis memenuhi persyaratan atau angka kredit yang dibutuhkan untuk kenaikan JJA. Oleh karena itu, dosen perlu menyusun rencana yang lebih spesifik, termasuk jumlah penelitian yang akan dilakukan, target publikasi ilmiah, luaran pengabdian kepada masyarakat, rekognisi akademik, serta kontribusi lain yang relevan dengan jenjang akademik yang dituju.
Melalui roadmap yang jelas, dosen dapat memetakan target jangka pendek, menengah, dan panjang. Misalnya, dosen dapat menetapkan target publikasi pada jurnal terindeks, keterlibatan dalam hibah penelitian, pengembangan kolaborasi riset, penyusunan buku atau book chapter, perolehan Kekayaan Intelektual, hingga kontribusi dalam forum ilmiah. Setiap target tersebut perlu disusun berdasarkan kebutuhan jenjang karier akademik, baik untuk menuju Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, maupun Guru Besar.
Selain membantu proses pengembangan karier, roadmap juga dapat memudahkan dosen dalam merespons berbagai peluang riset. Dengan arah penelitian yang sudah jelas, dosen akan lebih siap ketika mendapatkan tawaran hibah, kolaborasi penelitian, kerja sama dengan mitra eksternal, maupun program pendanaan lainnya. Roadmap juga membantu memastikan bahwa setiap kegiatan penelitian yang dilakukan tetap berada dalam satu arah pengembangan kepakaran yang konsisten.
Sementara itu, Bapak Adhi menegaskan bahwa kunci sukses dalam proses kenaikan JJA adalah kelengkapan, akurasi, dan ketepatan waktu. Proses kenaikan jabatan akademik membutuhkan kesiapan dokumen yang tidak hanya lengkap secara administratif, tetapi juga sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setiap bukti kegiatan perlu terdokumentasi dengan baik, mulai dari surat tugas, laporan kegiatan, sertifikat, artikel ilmiah, bukti korespondensi publikasi, dokumen penelitian, dokumen pengabdian kepada masyarakat, hingga bukti luaran lain yang mendukung pengajuan angka kredit.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi antara perencanaan, pelaksanaan, pelaporan BKD, dan persiapan dokumen JJA. Dosen diharapkan tidak menunggu hingga menjelang pengajuan kenaikan jabatan untuk mulai mengumpulkan dokumen. Sebaliknya, setiap aktivitas akademik sebaiknya didokumentasikan sejak awal agar proses verifikasi, validasi, dan pengajuan dapat berjalan lebih lancar.
Kelengkapan dokumen menjadi aspek penting karena proses kenaikan JJA tidak hanya menilai jumlah aktivitas, tetapi juga kesesuaian bukti, ketepatan kategori kegiatan, serta relevansi luaran dengan ketentuan yang berlaku. Akurasi data juga diperlukan agar tidak terjadi perbedaan informasi antara dokumen BKD, laporan penelitian, publikasi, dan dokumen pendukung lainnya. Sementara itu, ketepatan waktu menjadi faktor penting agar dosen dapat memenuhi jadwal pengajuan dan menghindari keterlambatan dalam proses administrasi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, UMN berharap para dosen dapat semakin memahami pentingnya perencanaan karier akademik berbasis roadmap, sekaligus mempersiapkan dokumen pendukung kenaikan JJA secara lebih sistematis. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UMN dalam mendukung pengembangan kapasitas dosen, peningkatan produktivitas riset, serta penguatan budaya akademik yang berorientasi pada mutu dan keberlanjutan.
Ke depan, UMN akan terus mendorong dosen untuk menyusun roadmap penelitian yang selaras dengan bidang kepakaran masing-masing, kebutuhan program studi, serta arah pengembangan institusi. Dengan perencanaan yang matang dan dokumentasi yang tertib, diharapkan proses pengembangan karier akademik dosen dapat berjalan lebih optimal dan berdampak pada peningkatan kualitas penelitian, publikasi, serta kontribusi UMN bagi masyarakat.
