lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Multimedia Nusantara
  • Beranda
  • Penelitian
    • Ringkasan
    • Peneliti Kami
    • Info Hibah Penelitian
    • Penelitian per Area Studi
  • PKM
    • Ringkasan
    • Peta Jalan
    • MBKM and KKN
    • Info PKM
  • Inovasi
    • Ringkasan
    • Katalog Inovasi
    • Program Inovasi
    • Proyek Inovasi
  • Tentang Kami
  • EN

lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Multimedia Nusantara
  • Beranda
  • Penelitian
    • Ringkasan
    • Peneliti Kami
    • Info Hibah Penelitian
    • Penelitian per Area Studi
  • PKM
    • Ringkasan
    • Peta Jalan
    • MBKM and KKN
    • Info PKM
  • Inovasi
    • Ringkasan
    • Katalog Inovasi
    • Program Inovasi
    • Proyek Inovasi
  • Tentang Kami

Tim Peneliti UMN Berhasil Raih Pendanaan Kemdiktisaintek Lewat Penelitian Efisiensi Energi Robot Pertanian Otonom

  • Home
  • news

Tim Peneliti UMN Berhasil Raih Pendanaan Kemdiktisaintek Lewat Penelitian Efisiensi Energi Robot Pertanian Otonom

01/06/2026 09:00

Tangerang, (13/05/26) - Tim dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berhasil memperoleh pendanaan hibah riset dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainstek) tahun anggaran 2026. Dana sebesar Rp148.400.000 diberikan untuk mendukung penelitian tentang sistem energi untuk robot pertanian otomatis guna mendukung ketahanan pangan nasional.  

Riset ini diketuai oleh Marojahan Tampubolon dari Program Studi Teknik Elektro UMN. Ia bekerja sama dengan M.B. Nugraha dari Teknik Elektro UMN, Dareen Kusuma Halim dari Teknik Komputer UMN, serta Joni Welman Simatupang dari Universitas Presiden. Penelitian ini juga melibatkan lima mahasiswa Program Studi Teknik Elektro UMN.  

Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan sistem penyediaan daya untuk robot pertanian otonom, khususnya robot beroda yang dapat bekerja secara mandiri di area pertanian. Tim peneliti akan membandingkan berbagai metode penyediaan energi, mulai dari pengisian daya menggunakan kabel, pengisian daya nirkabel (wireless power transfer), hingga penggunaan energi terbarukan seperti panel surya.  

Menurut Marojahan, penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan pangan dengan pertumbuhan jumlah penduduk seiring dengan lahan pertanian yang semakin terbatas. Di sisi lain, perluasan lahan pertanian dapat berpotensi memicu masalah lingkungan baru seperti kerusakan ekosistem dan polusi. Selain itu, sektor ini dihadapkan pada berkurangnya minat generasi muda untuk menjadi petani sehingga memicu kelangkaan tenaga kerja di masa depan. Karena itu, teknologi dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara optimal tanpa harus membuka lahan baru.  

"Melalui pendekatan ini, kami ingin mendorong optimalisasi lahan pertanian yang ada agar menghasilkan komoditas pangan yang jauh lebih produktif tanpa harus memperluas area lahan," ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa saat ini teknologi pertanian di Indonesia masih didominasi tahap mekanisasi, yaitu sekadar mengubah pekerjaan manual menjadi pekerjaan menggunakan mesin bertenaga minyak, seperti pada mesin pemanen. Sementara itu, implementasi teknologi tingkat tinggi untuk pemantauan otomatis, analisis data, dan sistem robotika masih belum banyak diterapkan secara luas. Dari sedikit riset yang ada pun, mayoritas hanya fokus pada aspek mekanik robot atau analisis kesehatan tanaman saja.  

"Terdapat berbagai lapisan pengembangan dalam teknologi ini, namun sektor penyediaan energi untuk menggerakkan perangkat pertanian pintar tersebut masih sangat jarang disentuh. Celah riset inilah yang kami integrasikan ke dalam penelitian kami," jelasnya.  

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan robot pertanian adalah sistem energinya. Lahan pertanian di Indonesia umumnya berada di daerah terpencil yang jauh dari akses jaringan listrik langsung. Di sisi lain, sebuah robot otonom diprogram agar bisa bekerja sendiri dengan intervensi manusia yang seminimal mungkin.  

"Sistem otonom pada robot tidak akan berjalan optimal apabila pengisian dayanya masih bergantung pada intervensi manual manusia. Oleh karena itu, fokus riset kami diarahkan pada efisiensi sistem pasokan energi nirkabel agar operasional robot di lapangan tidak terganggu," urai Marojahan.  

Robot pertanian sendiri mulai dikembangkan untuk membantu berbagai aktivitas spesifik seperti pemantauan kondisi lahan, analisis kesehatan melalui warna daun, hingga penyemprotan pestisida dan pupuk menggunakan drone.  

Meski demikian, Marojahan mengakui penerapan teknologi modern di lapangan masih menghadapi kendala besar, terutama dari segi mahalnya biaya investasi bagi petani lokal serta adanya celah keterampilan dalam pengoperasian alat. Akibatnya, teknologi tinggi saat ini baru bisa diadopsi oleh perusahaan atau industri besar yang memiliki modal. Selain itu, faktor geografis Indonesia yang bergunung-gunung sering kali dinilai kurang aman untuk pengoperasian alat seperti drone.  

Untuk mengatasi kendala ekonomi tersebut, Marojahan menilai implementasi robot pertanian akan jauh lebih realistis jika diadopsi secara kolektif oleh komunitas atau kelompok tani, bukan oleh individu petani. Penggunaan satu alat secara bersama-sama dalam suatu kelompok tidak hanya menekan biaya investasi, tetapi juga bisa menyelesaikan masalah pertanian komunal, seperti ketidakseragaman waktu tanam di pedesaan yang sering memicu ledakan hama. Dalam hal ini, peran pemerintah melalui penyuluh pertanian sangat krusial untuk memberikan eksposur pengetahuan kepada para petani.  

Lebih lanjut, dampak utama dari riset teknik elektro ini adalah mendorong transisi energi di sektor agraria. Penggunaan panel surya langsung pada bodi alat mungkin cocok untuk traktor besar, tetapi akan mengacaukan kontrol keseimbangan jika dipasang pada robot kecil atau drone. Oleh karena itu, penyediaan stasiun pengisian daya nirkabel (powering station) berbasis energi terbarukan menjadi solusi mutakhir.  

"Dengan mengintegrasikan stasiun pengisian daya berbasis energi terbarukan, kita dapat mentransformasi alat pertanian dari yang semula bergantung pada bahan bakar fosil menuju sistem bertenaga listrik. Hal ini secara langsung berkontribusi pada pengurangan emisi karbon di sektor pertanian sekaligus mendukung target SDGs global," terangnya.  

Ke depan, melalui skema penelitian fundamental reguler ini, tim peneliti menargetkan langkah awal jangka panjang untuk mengembangkan prototipe robot pertanian pemantau lahan yang mandiri dan efisien dalam mengelola energi terbarukan. Sistem transfer daya nirkabel ini pun sejatinya memiliki potensi aplikasi yang sangat luas di luar sektor smart farming, seperti pada infrastruktur stasiun pengisian kendaraan motor listrik umum.  

"Target utama kami untuk periode ini adalah merampungkan prototipe robot pemantau lahan. Secara jangka panjang, visi kami adalah mewujudkan ekosistem robotika pertanian otonom yang didukung oleh pengelolaan energi terbarukan yang efisien," kata Marojahan.   

Selain menghasilkan publikasi ilmiah internasional, penelitian ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi lahirnya ekosistem industri teknologi pintar buatan dalam negeri. Marojahan menutup dengan harapan besar agar pemerintah memberikan perhatian yang komprehensif pada seluruh lini pertanian, mulai dari ketersediaan pupuk hingga rekayasa genetika benih. Ia juga menegaskan agar pemerintah lebih suportif terhadap riset lokal di lingkungan kampus dan mengurangi kebijakan instan berupa impor teknologi jadi.  

"Riset inovasi teknologi membutuhkan proses yang panjang dan komitmen yang berkelanjutan, tidak bisa instan. Pemerintah perlu memperkuat dukungan terhadap penelitian di lingkungan akademis, sebab fondasi industri teknologi nasional yang kuat harus dibangun dari kampus," tuturnya. 

Category:
internal
logo-universitas-multimedia-nasional
Get Contact
  • Gedung C (New Media Tower) Lt. 2
    Universitas Multimedia Nusantara
    Jl. Scientia Boulevard, Gading Serpong, Kel. Curug Sangereng, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang,
    Prop. Banten 15810, Indonesia

Links
  • UMN
  • Knowledge Center
  • Ejournal
  • BPMI

Copyright © 2026
PenelitiProyek PenelitianProyek Pengabdian MasyarakatKatalog InovasiAcaraBerita