
Tim Dosen UMN Raih Hibah Kemdiktisaintek untuk Kembangkan Platform Airacare Berbasis AI
01/06/2026 09:00
Tangerang, (13/05/26) – Tim dosen dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berhasil meraih pendanaan riset dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui program hibah penelitian tahun 2026. Pendanaan ini dialokasikan untuk mengembangkan platform digital bernama Airacare, sebuah inovasi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sektor kesehatan yang difokuskan untuk meningkatkan akurasi deteksi serta penanganan kanker prostat di Indonesia.
Penelitian strategis ini dipimpin oleh David Agustriawan bersama tim peneliti multidisiplin dari UMN, Universitas Brawijaya, tim dokter spesialis urologi dan radiologi, serta mitra industri kesehatan. Kolaborasi ini menggabungkan ilmu informatika, kedokteran, dan statistika untuk menyempurnakan platform Airacare agar menjadi solusi kesehatan modern yang lebih presisi dan sesuai dengan karakteristik pasien di Indonesia.
Saat ini, teknologi AI telah berkembang dengan sangat pesat dan masuk ke berbagai lini kehidupan manusia, mulai dari asisten virtual, sistem otomatisasi industri, hingga analisis data berskala besar. Di dunia kedokteran sendiri, pemanfaatan AI juga membawa perubahan besar karena mampu memproses data medis dalam jumlah banyak secara cepat dan akurat. Kehadiran teknologi ini sangat membantu dokter untuk mendeteksi penyakit lebih awal, mengurangi risiko kesalahan diagnosis, serta menganalisis data biologis pasien yang rumit agar pengobatan bisa lebih tepat sasaran.
Fokus utama dalam pengembangan platform Airacare ini adalah membangun sistem Explainable Artificial Intelligence (XAI). Berbeda dengan sistem AI biasa yang cenderung rumit dan sulit dipahami proses pengambilan keputusannya, teknologi XAI dirancang agar mampu memberikan alasan logis dan visualisasi di balik setiap prediksi medis yang dihasilkannya. Hal ini penting agar para dokter dapat memahami dan mempercayai hasil analisis AI tersebut sebelum mengambil tindakan medis yang krusial bagi pasien.
Sistem cerdas pada Airacare bekerja dengan menganalisis kombinasi data kesehatan yang lengkap, mulai dari hasil pencitraan medis seperti MRI hingga data genetik pasien. Melalui analisis tersebut, platform ini akan membantu dokter dalam mendeteksi tingkat keparahan kanker secara akurat, menentukan pilihan terapi atau obat yang paling cocok, hingga memprediksi perkembangan kondisi kesehatan pasien setelah menjalani pengobatan.
Melalui pendekatan berbasis teknologi ini, diharapkan angka kesalahan diagnosis dapat ditekan secara signifikan. Dengan deteksi yang lebih akurat sejak awal, pasien tidak perlu lagi menjalani prosedur atau pengobatan yang sebenarnya tidak diperlukan. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak positif yang besar, baik dalam mengurangi kecemasan pasien maupun dalam menghemat biaya perawatan medis yang harus dikeluarkan oleh pihak keluarga.
Dengan dukungan dana hibah yang didapatkan, platform berbasis website ini akan terus ditingkatkan dari segi akurasi model AI dan kestabilan sistemnya. Selain menyempurnakan platform Airacare agar siap diterapkan secara luas di berbagai rumah sakit di Indonesia, riset ini juga menargetkan luaran ilmiah lain seperti publikasi jurnal internasional, pengajuan paten, serta penyusunan studi kelayakan.
