lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Multimedia Nusantara
  • Beranda
  • Penelitian
    • Ringkasan
    • Peneliti Kami
    • Info Hibah Penelitian
    • Penelitian per Area Studi
  • PKM
    • Ringkasan
    • Peta Jalan
    • MBKM and KKN
    • Info PKM
  • Inovasi
    • Ringkasan
    • Katalog Inovasi
    • Program Inovasi
    • Proyek Inovasi
  • Tentang Kami
  • EN

lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Multimedia Nusantara
  • Beranda
  • Penelitian
    • Ringkasan
    • Peneliti Kami
    • Info Hibah Penelitian
    • Penelitian per Area Studi
  • PKM
    • Ringkasan
    • Peta Jalan
    • MBKM and KKN
    • Info PKM
  • Inovasi
    • Ringkasan
    • Katalog Inovasi
    • Program Inovasi
    • Proyek Inovasi
  • Tentang Kami

Inovasi MySalak Karya Peneliti UMN Masuk dalam 117 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2025

  • Home
  • news

Inovasi MySalak Karya Peneliti UMN Masuk dalam 117 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2025

10/07/2026 09:00

Tangerang, (10/07/26) - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berhasil meraih pencapaian melalui inovasi MySalak, sebuah sistem pertanian cerdas berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk budidaya salak. MySalak berhasil terpilih sebagai salah satu 117 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2025 yang diterbitkan oleh Business Innovation Center (BIC). Inovasi ini dikembangkan oleh tim peneliti lintas institusi yang melibatkan dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Nabila Husna Shabrina, bersama kolaborasi dari peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Program Inovasi Indonesia BIC sendiri merupakan ajang seleksi tahunan yang menghimpun karya-karya inovasi terbaik dari berbagai institusi, industri, perguruan tinggi, maupun individu di Indonesia. Setiap inovasi yang masuk diseleksi oleh para ahli berdasarkan kebaruan, manfaat, kesiapan untuk diterapkan, serta peluang pengembangannya sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri. Pada tahun 2025, BIC menghadirkan 117 Inovasi Indonesia yang telah diseleksi dari ribuan proposal dan inovasi. 

MySalak, yang terpilih dalam 117 Inovasi Indonesia BIC, dikembangkan untuk menjawab tantangan yang dihadapi petani salak di Indonesia, yaitu tingginya serangan lalat buah. Hama ini dapat menyebabkan buah membusuk sehingga hasil panen menurun dan pendapatan petani berkurang. Kondisi tersebut juga semakin dipengaruhi oleh perubahan iklim yang membuat penyebaran hama menjadi lebih sulit diprediksi. 

Pengembangan MySalak ini merupakan hasil kolaborasi UMN dan UGM melalui program EPICS in IEEE. Dr. Suputa dari Universitas Gadjah Mada berkontribusi melalui kepakarannya di bidang perlindungan tanaman dan pengendalian lalat buah, sementara Nabila Husna Shabrina dari UMN bersama tim mengembangkan pemanfaatan teknologi digital agar hasil pemantauan kondisi kebun dapat diolah dan disajikan menjadi informasi yang mudah digunakan oleh petani. Kolaborasi ini menghasilkan sistem yang menggabungkan pengetahuan pertanian dengan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengelolaan kebun salak yang lebih efektif. 

Melalui MySalak, petani dapat memantau kondisi kebun secara real-time tanpa harus terus-menerus melakukan pemeriksaan langsung di lapangan. Sistem ini memanfaatkan sensor yang dipasang di kebun untuk mengumpulkan data, kemudian mengolahnya menggunakan AI guna memberikan informasi mengenai tingkat risiko serangan hama serta rekomendasi penanganan yang dapat dilakukan lebih awal. 

Selain membantu mendeteksi serangan hama, MySalak juga memanfaatkan prediksi cuaca berbasis AI untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan kebun. Teknologi ini menggunakan jaringan komunikasi berjarak jauh yang mampu menjangkau area pertanian yang luas dengan kebutuhan daya yang rendah, sehingga lebih sesuai digunakan di wilayah perkebunan. 

Menurut Business Innovation Center, MySalak juga memiliki keunggulan dari sisi biaya karena perangkat yang digunakan lebih terjangkau dibandingkan sistem serupa. Dengan teknologi tersebut, petani diharapkan dapat menggunakan pestisida secara lebih tepat, mengurangi risiko gagal panen, serta meningkatkan kualitas dan hasil produksi salak. 

Teknologi yang dikembangkan melalui MySalak ini tidak hanya berpotensi diterapkan pada tanaman salak, tetapi juga dapat dikembangkan untuk komoditas pertanian lain yang menghadapi permasalahan serupa, seperti mangga, jambu, dan cabai. Pengembangannya juga membuka peluang integrasi dengan berbagai teknologi pertanian digital lainnya untuk mendukung pengelolaan pertanian yang lebih modern. 

Terpilihnya MySalak sebagai salah satu dari 117 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2025 menjadi pengakuan atas kontribusi peneliti Indonesia dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi bagi sektor pertanian. Capaian ini juga menunjukkan komitmen UMN dalam mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

Category:
Internal
logo-universitas-multimedia-nasional
Get Contact
  • Gedung C (New Media Tower) Lt. 2
    Universitas Multimedia Nusantara
    Jl. Scientia Boulevard, Gading Serpong, Kel. Curug Sangereng, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang,
    Prop. Banten 15810, Indonesia

Links
  • UMN
  • Knowledge Center
  • Ejournal
  • BPMI

Copyright © 2026
PenelitiProyek PenelitianProyek Pengabdian MasyarakatKatalog InovasiAcaraBerita