Exhibition di RIS Expo 2026 Menampilkan Berbagai Karya yang Menonjol dan Inovatif, Mari Kita Intip
27/04/2026 09:00
Tangerang, (20/04/26) — Exhibition RIS Expo 2026 dari Departemen Research, Innovation & Sustainability (RIS) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menampilkan beragam teknologi inovatif, kegiatan berdampak, sampai hasil hasil riset yang menarik. RIS Expo 2026 ini mengadakan sebuah ajang pameran dengan rangkaian acara talkshow yang hadir dari 9 sampai 10 April 2026. Melalui RIS Expo 2026, para mahasiswa serta dosen UMN mampu melihat karya karya hebat sekaligus membuka kesempatan untuk saling berdiskusi.
RIS Expo 2026 menjadi sebuah acara perdana yang diselenggarakan oleh departemen RIS UMN sebagai upaya menghadirkan ruang yang memungkinkan para dosen mempresentasikan dan mendiskusikan karya-karya riset yang selama ini belum banyak terekspos secara luas. Melalui penyelenggaraan ini, para dosen didorong untuk saling bertukar gagasan, memperluas perspektif, serta membangun potensi kolaborasi lintas bidang dalam lingkungan akademik yang lebih terbuka dan interaktif.
Pameran ini terdiri atas tiga cluster utama yang memiliki berbagai stand tersendiri, yaitu cluster Artificial Intelligence (AI), cluster riset sustainability, serta cluster PKM (Pengabdian kepada Masyarakat). Setiap cluster menghadirkan karya dengan fokus yang berbeda, mulai dari program pemberdayaan masyarakat yang menekankan dampak langsung dan keberlanjutan, inovasi berbasis kecerdasan buatan yang menawarkan solusi efisien dan adaptif, hingga penelitian di bidang sustainability yang berorientasi pada pengembangan teknologi ramah lingkungan dan keberlanjutan.
Pada cluster Artificial Intelligence, salah satu karya yang menarik perhatian adalah U-Tapis, sebuah inovasi berbasis AI yang dirancang untuk penapis kesalahan bahasa Indonesia secara otomatis. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengguna dalam mendeteksi kesalahan ejaan, diksi, hingga penggunaan kata tidak baku sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Lewat U-Tapis, pengguna juga didorong untuk lebih sadar akan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. “Melalui penelitian U-Tapis, kami melihat perubahan kecil, dari yang awalnya kurang peduli terhadap penggunaan bahasa Indonesia menjadi lebih peduli. Saya yakin, langkah kecil ini akan membawa dampak yang lebih besar ketika mereka memasuki dunia kerja,” ujar Bu Niknik Mediyawati sebagai salah satu pengusung U-Tapis.
Selanjutnya di cluster riset sustainability, salah satu karya yang dipamerkan adalah MySalak, yaitu sebuah aplikasi smart farming berbasis AI dan Internet of Things (IoT) yang dikembangkan untuk membantu petani salak dalam mengelola lahan secara lebih efektif. Aplikasi ini dirancang untuk mengatasi permasalahan utama dalam budidaya salak, khususnya serangan hama lalat buah, melalui fitur seperti pemantauan kondisi lahan, prediksi cuaca, hingga deteksi hama secara otomatis. Aplikasi MySalak ini memungkinkan petani untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dan efisien dalam proses budidaya salak.
Pada cluster PKM, terdapat satu stand yang menampilkan beragam produk hasil pengolahan sampah dalam kerangka edukasi ekonomi sirkular. Inisiatif ini menghadirkan berbagai olahan, mulai dari Komart, komposter berbasis seni, material panel dari limbah plastik, hingga produk seperti lilin aromaterapi dari minyak jelantah dan kartu nama berbibit. Salah satu karya yang menonjol adalah instalasi Plasticity Tree yang memanfaatkan sampah plastik sebagai media visual edukatif.
“Tujuan kami adalah memperkenalkan bahwa sampah rumah tangga tidak harus langsung dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali, bahkan memiliki nilai tambah ekonomi,” ujar Ibu Rizki Siregar, dosen PIC program PKM tersebut. Melalui pendekatan ini, tim tidak hanya mengolah limbah menjadi produk bernilai guna, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan sampah secara lebih berkelanjutan.
