
Center for Sustainability dan Rektor UMN Bagikan Strategi Menuju Indonesia Berkelanjutan Pada Green Initiative Conference by Kumparan
17/09/2025 13:00
Jakarta – Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Dr. Andrey Andoko, hadir sebagai pembicara dalam Green Initiative Conference Kumparan pada Rabu (17/09/2025).
UMN, sebagai salah satu universitas swasta terkemuka, turut berkolaborasi dalam acara yang digelar oleh Kumparan ini yang sekaligus menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, mulai dari industri, pemerintah, hingga institusi pendidikan, untuk membahas isu-isu keberlanjutan.
Dalam sesi panel discussion, Ir. Andrey membawakan topik “Waste to Energy dan Peluang Mencapai Target 100 Persen Listrik dari Energi Terbarukan 10 Tahun Lebih Cepat”. Konferensi ini dirancang sebagai forum bagi masyarakat dan pegiat lingkungan untuk saling bertukar wawasan, memperluas jejaring, dan berkontribusi dalam upaya keberlanjutan nasional.
Pada diskusi tersebut, Andrey menyoroti pentingnya transisi menuju energi bersih serta langkah konkret yang dapat dilakukan institusi pendidikan untuk mendukung keberlanjutan. Menurutnya, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah pengelolaan sampah, dimana hal tersebut harus dimulai dari edukasi masyarakat.
“Langkah pertama dalam menangani sampah adalah edukasi. Sebelum masuk ke proses pemilahan, masyarakat harus terlebih dahulu menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), memahami barang apa saja yang masih dapat digunakan kembali,” ujar Andrey.
Ia juga menjelaskan bagaimana UMN telah menerapkan prinsip-prinsip tersebut, mulai dari pemanfaatan sampah menjadi eco-enzyme atau pupuk, hingga mengolah kembali materi yang dapat didaur ulang. Ia menekankan bahwa praktik ini tidak hanya dapat dilakukan di rumah, tetapi juga di lingkungan kampus.
“Setelah edukasi dan penerapan 3R, barulah pemilahan sampah bisa dilakukan secara efektif. Upaya ini bukan hanya strategi pengelolaan, tetapi juga membuka peluang mengubah sampah menjadi energi terbarukan,” tambahnya.
Andrey turut menekankan bahwa efisiensi energi merupakan bagian penting dalam mendorong penggunaan energi bersih. Hal-hal sederhana seperti mengatur penggunaan AC dan memastikan suhu ruangan tetap optimal dapat memberi dampak signifikan. Menurutnya, masyarakat harus melihat dua sisi sekaligus: produksi energi dan pola konsumsi.
Ia juga menyinggung potensi energi panas bumi (geothermal) sebagai sumber energi masa depan. Meski memiliki potensi besar, Andrey mengingatkan bahwa sektor ini masih memiliki banyak tantangan, mulai dari kebutuhan pendanaan, distribusi, hingga risiko teknis lainnya. Selain geothermal, Indonesia yang berada di garis khatulistiwa juga memiliki peluang besar pada energi matahari dan sumber terbarukan lainnya.
Melihat besarnya potensi energi terbarukan di Indonesia, Andrey menyampaikan bahwa pendanaan tidak harus bergantung sepenuhnya pada pemerintah. Kolaborasi dengan sektor swasta dinilai dapat mempercepat implementasi energi bersih, terutama mengingat semakin banyak perusahaan yang kini memiliki komitmen serupa terhadap keberlanjutan.
