
13 Tim Peneliti UMN Berhasil Menangkan Dana Hibah Kemdiktisaintek 2026 Senilai Rp2,4 Miliar
18/05/2026 09:00
Tangerang, (04/05/26) – Tim Peneliti Dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berhasil mendapatkan pendanaan penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk Tahun Anggaran 2026. Pada tahun ini, UMN meraih total 13 hibah Kemdiktisaintek penelitian, yang terdiri dari delapan hibah sebagai ketua dan lima hibah sebagai anggota bersama mitra universitas lain, dengan total pendanaan mencapai sekitar Rp2,4 miliar.
Perolehan hibah ini menjadi bukti komitmen dosen UMN dalam mengembangkan riset yang berkontribusi bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Program pendanaan penelitian Kemdiktisaintek sendiri bertujuan mendorong peningkatan kualitas riset di perguruan tinggi sekaligus memperkuat peran akademisi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Pada tahun ini, UMN memperoleh 13 hibah yang terdiri dari skema Penelitian Terapan sebanyak 3 tim, Penelitian Fundamental Reguler sebanyak 9 tim, serta Hilirisasi Riset Prioritas (BOPTN) sebanyak 1 tim. Hibah tersebut mencakup berbagai bidang penelitian, mulai dari kecerdasan buatan, kesehatan, dan smart farming hingga isu keberlanjutan, energi terbarukan, serta pemberdayaan masyarakat.
Dalam Klaster AI, terdapat tujuh tim peneliti yang menerima hibah. Pada subklaster AI for Healthcare, terdapat tim yang diketuai oleh David Agustriawan dengan anggota Marlinda Vasty Overbeek, Moeljono Widjaja, dan Eunike Endariahna Surbakti, serta tim yang diketuai oleh Irmawati dengan anggota Monica Pratiwi.
Di subklaster Smart Farming, terdapat tim pimpinan Marojahan Tampubolon dengan anggota Dareen Kusuma Halim dan M.B. Nugraha, serta tim yang melibatkan Nabila Husna Shabrina sebagai anggota peneliti.
Sementara itu, subklaster AI for Business & Social Studies melibatkan Maria Irmina Prasetyowati dan Suryasari sebagai anggota peneliti di tim masing-masing. Terakhir, pada subklaster Sustainability - Sustainable Business, Product, & Design, terdapat tim yang melibatkan Ester Anggun Kusumaningtyas sebagai anggota.
Kemudian, Klaster Sustainability mencakup berbagai penelitian terkait lingkungan dan sosial. Pada subklaster Sustainable Business, Product, & Design, terdapat tim yang diketuai oleh Florentina Kurniasari dengan anggota Jansen Wiratama, Andrey Andoko, Nicolaus Wahana Darato, Thomas Dwi Susmantoro, dan Antonius Sony Nugroho, serta tim yang melibatkan Arko sebagai anggota peneliti.
Di subklaster Renewable Energy, terdapat tim yang diketuai oleh Niki Prastomo dengan anggota Cipta Hadi. Terakhir, pada subklaster Community Empowerment, terdapat tiga tim peneliti: tim yang diketuai oleh Yearry Panji Setianto dengan anggota Intan Primadini; tim yang diketuai oleh Intan Primadini dengan anggota Yearry Panji Setianto; serta tim yang diketuai oleh Tangguh Okta Wibowo dengan anggota Wanda Gema P.A. Hidayat, Mujiono, dan Silvanus Alvin.
“Kami sangat bersyukur atas capaian ini. Penerimaan hibah penelitian ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya dan komitmen peneliti UMN dalam mengembangkan riset yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Nabila Husna Shabrina, selaku salah satu penerima hibah sekaligus bagian dari divisi Research & Innovation RIS UMN.
Menurut Nabila, capaian ini menjadi langkah penting bagi UMN dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang berdampak, sekaligus mendukung komitmen UMN menuju world class university. Ia juga berharap penelitian-penelitian yang didanai dapat menghasilkan solusi konkret bagi berbagai permasalahan di masyarakat.
Sebagai salah satu penerima hibah, Nabila bersama tim meneliti pengembangan teknologi kecerdasan buatan untuk identifikasi nematoda tanaman secara otomatis melalui analisis citra mikroskopis. Penelitian tersebut dilakukan bersama peneliti dari Costa Rica serta beberapa institusi, seperti UGM dan Sampoerna University. Riset ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang telah dijalankan sejak 2019 dan kembali memperoleh pendanaan untuk tahun kedua.
“Melalui penelitian ini, kami ingin mengembangkan solusi yang dapat membantu proses identifikasi nematoda menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga penanganan hama dan penyakit tanaman dapat dilakukan secara lebih tepat,” jelasnya. Dalam jangka panjang, penelitian tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi potensi kerugian yang dialami petani akibat serangan hama dan penyakit tanaman.
Ke depan, Nabila berharap semakin banyak tim peneliti UMN yang memperoleh hibah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan pendanaan ini dapat mendorong berkembangnya ekosistem riset dan inovasi di UMN serta menghasilkan lebih banyak solusi yang berdampak bagi masyarakat. Ia juga berharap penelitian yang didanai dapat terus berkembang hingga implementasi nyata dan kolaborasi yang lebih luas.
